Keamanan Siber

Kerentanan yang ditemukan pada dompet perangkat keras Trezor dan Ledger

Dalam konferensi tersebut, Chaos Communication Congress telah mempresentasikan sebuah laporan mengenai masalah pada dompet perangkat keras Trezor dan Ledger. Penulis studi ini adalah Dmitry Nedospasov, Thomas Roth, dan Josh Datko. Mereka secara bersamaan menemukan beberapa pelanggaran keamanan pada dompet: serangan melalui saluran pihak ketiga (side-channel), serangan pada rantai pasokan, serta kerentanan pada firmware dan chip.

Banyak produsen perangkat semacam ini membubuhkan stiker pelindung pada produk dan kemasannya yang menunjukkan bahwa kemasan maupun perangkat itu sendiri belum dibuka. Para ahli memulai presentasi mereka dengan demonstrasi sederhana: menggunakan pengering rambut biasa, stiker yang ditempel pada kotak Trezor One dan port USB dompet berhasil dilepas tanpa meninggalkan jejak. Hal terpenting adalah memantau suhu dan tidak memanaskan stiker serta gadget terlalu panas.

Perangkat buku besar Ledger dikirim tanpa label keamanan, karena perangkat tersebut secara efektif memastikan bahwa pemeriksaan integritas dilakukan setiap kali perangkat dinyalakan, dan chip Secure Element mencegah segala upaya intervensi fisik. Oleh karena itu, setelah menyingkirkan stiker pada Trezor, para ahli beralih ke Ledger, “membuka” dompet-dompet tersebut, dan memperoleh akses ke komponen perangkat kerasnya.

Selanjutnya, para ahli mengatakan bahwa pada dompet Trezor, mikrokontrolernya dapat diganti. “Setelah langkah ini dilakukan, Anda dapat memasang bootloader yang telah disusupi pada perangkat Trezor,” jelas Datko. Dalam presentasi, para ahli melewatkan langkah ini, tetapi menjelaskan kepada peserta bahwa di laboratorium mereka berhasil terhubung ke debugger perangkat keras dan memperoleh akses bebas ke chip, yang memungkinkan mereka memflash ulang komponen menggunakan kode berbahaya.

Dompet Ledger, pada gilirannya, dilengkapi implan perangkat keras paling sederhana, yang memungkinkan transaksi disetujui tanpa intervensi pengguna. Para ahli hanya menghabiskan 3,16 dolar untuk itu: mereka memasang sakelar RF pada perangkat, yang dapat dikendalikan dari jarak jauh menggunakan gelombang radio (setidaknya dari jarak 11 meter dengan pemancar 50W).

Terkait komponen perangkat lunak dompet, para peneliti berhasil membalikkan (reverse engineering) mekanisme pembaruan firmware pada Ledger Nano S dan mencari bug yang memungkinkan penulisan firmware kustom ke perangkat. Produsen telah menyediakan perlindungan terhadap serangan semacam itu: keaslian citra firmware diverifikasi menggunakan fungsi kriptografi. Namun, setelah pengujian selesai, konstanta 0xF00BABE ditulis ke memori dan pengujian hanya dilakukan sekali, bukan pada setiap kali perangkat dinyalakan. Akibatnya, para peneliti menyimpulkan bahwa untuk melewati mekanisme perlindungan cukup dengan menempatkan alamat memori 0xF00BABE di lokasi tertentu. Setelah itu, mereka berhasil menjalankan game “Snake” pada perangkat yang telah disusupi, menggunakan dua tombol yang tersedia untuk mengontrol gerakan pada layar kecil dompet tersebut.

Pada Ledger Blue, dimungkinkan untuk melakukan serangan saluran samping (side-channel attack). Dengan mempelajari perangkat keras perangkat tersebut, Thomas Roth menemukan bahwa dompet itu dilengkapi konduktor panjang yang berperilaku seperti antena. Sinyal akan diperkuat jika perangkat terhubung ke kabel USB. Menggunakan peralatan SDR, para ahli menangkap dan menganalisis gelombang radio tersebut. Oleh karena itu, Roth mengembangkan sebuah framework yang secara otomatis merekam sinyal saat PIN dimasukkan dan menggunakan model kecerdasan buatan untuk mengubah data tersebut menjadi informasi yang dapat dibaca manusia. Akibatnya, para ahli berhasil mencapai akurasi 90% dalam “prediksi” tersebut.

Masalah lain ditemukan pada dompet Trezor One, yang menggunakan mikrokontroler STM32F205 dan pada dasarnya mengendalikan operasi semua komponen. Pada 2017, mikrokontroler pada model ini ditemukan memiliki kerentanan terhadap injeksi kesalahan (fault injection). Tahun lalu, para ahli belum mengetahui apakah masalah ini juga berlaku pada dompet perangkat keras, tetapi para ahli dari CCC menyatakan bahwa setelah mempelajari prosedur pengunduhan dan pembaruan, mereka menemukan bahwa kunci privat atau kunci dasar (seed) dapat diekstraksi dari RAM. Serangan semacam itu akan memberi penyerang akses ke kripto-mata uang dan memungkinkan mereka memindahkan dana ke dompet lain.

Para produsen telah menanggapi presentasi laporan para ahli tersebut. Misalnya, pengembang Ledger menyatakan bahwa semua serangan yang didemonstrasikan sulit diterapkan, memerlukan akses fisik ke perangkat, dan pengguna biasa tidak perlu khawatir, karena kompromi semacam itu sulit dilakukan dalam praktik.

Pengembang Trezor sendiri menyatakan bahwa mereka sudah menyiapkan perbaikan, meskipun mereka juga menekankan bahwa serangan tersebut hanya dapat dilakukan dengan akses fisik ke perangkat.

Ulasan Anda